BAB SATU
Pengenalan SPSS untuk Windows
Dalam bab ini, akan diuraikan secara singkat mengenai penggunaan program SPSS. Yang akan
dibahas uraian dasar mengenai :
1. cara memasukkan data dan memberi nama pada variabel
2. cara memilih analisis statistik
3. cara melihat dan memanipulasi hasil keputusan.
Setiap langkah akan dikaji dengan lebih teliti dalam bab 2-5.
Memulai Program SPSS untuk Windows
1. Klik tombol Start-Program
2. Klik pada SPSS 9.0
Akan tampil jendela "What would you like to do?".
Gambar 1-2
3. Klik pada pilihan "Type in data" lalu klik OK. Akan tampil Data Editor SPSS.
http://riyan17.wordpress.com
Gambar 1-3
Di bagian atas jendela Data Editor tampil judul program “ Untitled- SPSS Data Editor” dan tomboltombol
“minimize, maximize dan close”. Baris kedua berisi kata-kata File, Edit dan sebagainya yang
dikenal sebagai bar menu. Memilih menu tersebut akan menghasilkan menu pull-down. Baris ketiga
berisi tombol ikon yang dikenal sebagai ToolBar. Tombol-tombol ini menyediakan cara ringkas dari
tugas yang dilakukan melalui menu pull down. Sebagai contoh, memilih ikon Open sama dengan
memilih File dan Open dari bar menu.
Fungsi tombol-tombol ikon mungkin tidak kentara, tetapi anda dapat mengetahui fungsi tombol
tertentu dengan meletakkan kursor pada tombol (tetapi tidak mengetik), karena suatu frasa ringkas
mengenai fungsi tombol akan kelihatan.
Gbr. 1-4
Panduan ini tidak akan menekankan penggunaan tool bar tetapi anda bisa mencobanya sendiri.
Langkah-langkah ringkas menggunakan SPSS untuk Windows
Langkah 1: Memasukkan Data
Dalam menggunakan SPSS, langkah pertama adalah memasukkan data dan kemudian memberitahu
SPSS variabel apa yang diwakili oleh data ini. Cara termudah ialah menggunakan Data Editor untuk
1. memasukkan data dalam baris-baris dan lajur-lajur Data Editor, dan
2. memberi nama pada variable-variabel .
Bab 2 akan membicarakan langkah-langkah ini dengan lebih terperinci.
Langkah 2: Memilih Analisis Statistiks
Sesudah data dimasukkan, langkah selanjutnya adalah mengarahkan SPSS untuk membuat analisis
tertentu yang diperlukan. Terdapat dua cara untuk melakukan langkah ini. Setiap cara mempunyai
http://riyan17.wordpress.com
kelebihan dan kekurangan.
Cara pertama adalah dengan kaedah menu. Dengan cara ini, analisis yang hendak digunakan dipilih
dengan menggunakan mouse untuk membuka menu dan kotak dialog serta memilih pilihan yang
diperlukan. Ini adalah kaedah yang lebih mudah karena tidak memerlukan pengetahuan mengenai
perintah(sintaks) dalam SPSS.
Cara kedua , dikenal sebagai kaedah sintaks. Cara ini merupakan pengggunaan SPSS untuk Windows
mirip “cara tradisional “. Dalam cara ini anda harus membuka jendela baru yaitu Syntax Editor dan
menuliskan perintah-perintah dalam bahasa yang dikenal SPSS untuk menjalankan analisis. Kaedah
ini memerlukan pengetahuan khusus mengenai perintah SPSS. Bagaimanapun terdapat kelebihan
dari kaedah sintaks karena terdapat perintah-perintah tertentu yang hanya dapat dilakukan melalui
kaedah sintaks dan tidak dapat dilakukan dengan kaedah menu.
Pengguna SPSS/PC+ (versi Dos) yang lalu menggunakan kaedah sintaks. Bab 3 membicarakan kaedah
menu sementara bab 4 membahas kaedah sintaks. Bahagian II buku ini akan membahas kedua cara
dalam membuat analisis untuk prosedur-prosedur statistik yang dipelajari. Anda boleh
menggunakan salah satu kaedah secara eksklusif atau kedua-dua kaedah sesuai selera anda.
Langkah 3: Melihat dan manipulasi output
Setelah data dimasukkan dan dianalisis dengan menggunakan salah satu kaedah dalam langkah 2,
maka tampil jendela baru yang akan memaparkan hasil analisis. Hasil tersebut bisa dicetak atau
diedit atau disimpan ke dalam disket sesuai kebutuhan.. Bab 5 membahas lebih lanjut mengenai
langkah-langkah tersebut.
http://riyan17.wordpress.com
BAB DUA
Memasukkan data dan memberi nama variabel
Untuk memasukkan data dan memberi nama pada variable kita menggunakan Data Editor. Data
Editor merupakan jendela yang mirip lembar kerja (spread sheet) pada MS Excel.
Gambar 2-1
Pilih sel baru dengan menggunakan tombol anak panah atau mengklik tombol mouse pada sel yang
dikehendaki.
Untuk mengetahui cara memasukkan data dan memberi variabel, perhatikan contoh.
Contoh
Berikut ini adalah data nilai statistik dari 5 pelajar. Setiap pelajar memiliki nilai untuk tiga variabel
yaitu:
1. nomor identifikasi pelajar dari 1 s/d 5
2. sex dikodekan 1 untuk laki-laki dan 2 untuk perempuan
3. skor ujian statistik pertengahan semester
Langkah memasukkan data dan memberi nama variable boleh dilakukan tidak secara berurutan .
Memasukkan Data
Masukkan data dalam Data Editor seperti berikut. Dengan sel aktif di persilangan lajur 1, baris 1,
ketik nomor 1 untuk nomor identifikasi pelajar. Perhatikan 1 akan kelihatan pada bagian atas
jendela. Apabila tombol Enter ditekan, 1 akan kelihatan pada sel.
http://riyan17.wordpress.com
Gbr 2-2
Gunakan ) bergerak dalam sel atau mengklik tombol mouse,,,tombol panah ( pada sel yang
diinginkan untuk mengisi data selanjutnya.
Jenis Data
Dalam buku ini, kita hanya akan menggunakan data jenis numerik - data yang hanya melibatkan
nomor dan data jenis kategorikal seperti sex (lelaki, perempuan). Dalam contoh kasus ini sex laki-laki
diberi nilai 1 dan 2 untuk perempuan. Penentuan nilai ini adalah bebas dan boleh dilakukan
sebaliknya.
Memberi nama variabel
Setelah anda memasukkan data dalam SPSS, anda perlu memberi nama pada variabel untuk
digunakan dalam analisis. Gunakan singkatan atau perkataan yang dapat membantu anda mengingat
apa yang diwakili oleh variabel tersebut. Contohnya, “SEX” adalah nama yang baik untuk variabel
yang membedakan laki-laki dan perempuan. Setiap variabel harus unik atau tunggal.
Nama variable maksimum 8 karakter dan harus didahului huruf. SPSS tidak membedakan huruf besar
dan huruf kecil.
Secara default, SPSS akan menamakan variabel-variabel dengan nama "var00001", "var00002" dan
"var00003".
http://riyan17.wordpress.com
Gambar 2-3
Dalam contoh ini, terdapat tiga kolom data mewakili nomor identifikasi pelajar, sex dan skor ujian.
Memberi nama Variabel
Langkah memberi nama variabel:
1. Klik sembarang sel pada kolom yang akan diberi nama variabel
2. Klik menu Data, lalu Define Variable
Gambar 2-4
3. Ketik Define Variable…, yang akan menghasilkan kotak dialog berikut
http://riyan17.wordpress.com
Gambar 2-5
Perhatikan kotak dengan label “Variable name” dengan teks “var00001”. Nama ini adalah nama
default yang diberi oleh SPSS kepada variabel kolom 1, kecuali diubah oleh pengguna.
Anda perlu menyunting isi kotak dan mengganti nama variabel dengan pelajar. Ketikkan pelajar dan
klik OK (atau tekan Enter) Kotak dialog ditutup dan perkataan pelajar kelihatan pada header kolom
lajur 1 dalam Data Editor.
Gambar 2-6
Gunakan tombol anak panah atau mouse untuk memilih sembarang sel dalam kolom kedua, dan
ulang proses untuk menamakan variabel kedua Sex. Klik menu Data pada balok menu, kemudian
Define Variables …. dan ganti nama variabel dalam kotak dialog dengan sex. Kemudian ke kolom
ketiga dan ulangi untuk menamakan variable ketiga dengan skor.
http://riyan17.wordpress.com
Gambar 2-7
Setelah data dimasukkan dan variabel diberi nama, simpanlah lembar kerja tersebut
http://riyan17.wordpress.com
BAB TIGA
Menggunakan kaedah menu untuk memilih Analisis
Sesudah memasukkan data ke dalam Data Editor, maka selanjutnya adalah mengarahkan SPSS untuk
menjalankan analisis statistik yang diperlukan. Dalam bab ini, gambaran ringkas kaedah menu akan
diuraikan dan di Bab 4 uraian ringkas kaedah sintaks akan diberikan. Dalam Bahagian II buku ini,
kedua-dua kaedah akan dibahas secara terperinci.
Untuk memilih analisis dengan kaedah menu, klik Analyze pada balok menu, untuk menampilkan
menu pulldown, selanjutnya memilih analisis yang diperlukan.
Contohnya, mengklik Compare Means pada menu Analyze akan menghasilkan pilihan antara lain
One-Sample T Test dan One-Way ANOVA seperti dalam Gambar3.1
Gambar 3.1
Mengklik pada salah satu pilihan tersebut akan menghasilkan kotak dialog untuk memberikan
perincian analisis diperlukan.
Contohnya, mengetik Compare Means pada menu Analyze diikuti oleh One-Sample T Test akan
menghasilkan kotak dialog berikut.
Gambar 3-2
Seterusnya isikan rincian yang diperlukan, klik OK dan SPSS akan menjalankan analisis itu.
http://riyan17.wordpress.com
BAB EMPAT
Menjalankan analisis dengan kaedah sintaks
Untuk menggunakan kaedah sintaks, anda memerlukan Syntax Editor untuk mengetik dan
menyunting perintah SPSS (“sintaks”) untuk melaksanakan analisis.
Jendela Syntax Editor berlabel “Syntax1 – SPSS Syntax Editor”.
Bergantung kepada installation system anda, jendela Syntax Editor mungkin diletakkan di
latarbelakang jendela Data Editor. Klik pada Window di balok menu dan lihat jika Syntax1 – SPSS
Syntax Editor ditampilkan pada menu pulldowm, pilih lalu klik.
Jika jendela Syntax Editor tidak kelihatan pada menu Window, anda perlu membuka jendela ini. Klik
File pada balok menu, New pada menu pulldown dan Syntax pada sub menu.
Gambar 4-1
Jendela Syntax Editor akan ditampilkan dalam keadaan kosong dengan kursor pada sudut kiri-atas.
Jika anda mulai mengetik, apa yang anda ketik akan kelihatan pada jendela pada kedudukan kursor.
Jendela ini beroperasi seperti program pengolah kata. Tombol Delete (DEL). Tombol Insert (INS),
tombol Backspace dan sebagainya boleh digunakan untuk menyunting perintah-perintahah anda.
Penjelasan lanjut mengenai kaedah sintaks diterangkan dalam bab-bab dalam bahagian II.
http://riyan17.wordpress.com
Gambar 4-2
Melaksanakan Analisis
Setelah mengetikkan perintah dalam Syntax Editor, anda perlu memerintahkan SPSS untuk
melaksanakan perintah-perintah ini.
Letakkan kursor pada perintah yang hendak dilaksanakan, dengan menggunakan mouse. Klik tombol
Run pada bagian atas jendela Syntax Editor dan SPSS akan perintah tersebut. Jika terdapat beberapa
perintah yang perlu dilaksanakan serentak, lakukan blok pada perintah tersebut
Klik menu Run pada bar menu dan pilih salah satu pilihan berikut
ALL (laksanakan semua perintah dalam Syntax Editor- tidak perlu disorot/blok)
Selection (laksanakan perintah yang di sorot/blok)
Current (laksanakan perintah di mana kursor kini berada)
Perintah SPSS: Beberapa ciri umum perintah-perintah SPSS adalah seperti berikut:
1. Semua perintah SPSS dimulai pada lajur pertama (jangan inden) dan berakhir dengan noktah (.).
2. Di antara permulaan perintah dan noktah akhir, terdapat spasi dalam format sintaks.
Contohnya ruang di antara dua perintah boleh satu atau dua atau lebih spasi
3. Jika perintah terlalu panjang untuk muat ke dalam satu baris, tekan ENTER untuk pindah ke baris
baru dan terus mengetikkan perintah itu. Gunakan seberapa banyak baris yang diperlukan. SPSS
akan terus membaca sehingga menjumpai noktah sebagai tanda perintah selesai.
Garis sambungan perintah ini tidak perlu dimulai dalam kolom pertama, dan tekan inden beberapa
spasi untuk menjadikan listing anda lebih mudah dibaca.
4. Kebanyakan perintah SPSS akan mempunyai satu atau lebih sub perintah yang memberikan
perincian analisis sub perintah-perintah yang dipisahkan dengan forward slash (/). Oleh kerana subperintah
adalah sebagian daripada perintah yang sama, anda boleh meletakkan spasi di antara
http://riyan17.wordpress.com
perintah atau memulai subperintah dengan baris baru. Bagaimanapun memulai sub perintah dengan
baris baru dengan inden membantu pembacaan kode program.
Kesalahan
Satu kelemahan menggunakan kaedah sintaks adalah kesalahant mudah dilakukan semasa mengetik
perintah SPSS. Apabila terdapat kesalahan, analisis tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna dan
SPSS akan membuka jendela denganpesan kesalahan. Jendela ini biasanya berbentuk “Editor” diikuti
dengan pesan yang bertujuan membantu anda mengetahui secara pasti masalah yang dihadapi.
Setelah membaca pesan kesalahan, kembali ke Syntax Editor (klik pada menu Window dan pilih
Sintax1 – SPSS Syntax Editor pada menu), dan sunting kesalahan tersebut. Kemudian laksanakan
perintah-perintah untuk sekali lagi.
Setelah sselesai menulis sintaks SPSS dan mengujinya, simpan data anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar